Senin, 09 Juni 2014

Menghidupkan mimpi ke negri sakura

Nama : Ade syifa aulia


Menulis tentang menghidupkan mimpi ke negri sakura

Kekuatan DUIT
by : Gagus Ketut Sunardianto
 Sukses tidak dapat di peroleh dengan cuma-cuma,
melainkan dengan perjuangan berat yang melelahkan,
terkadang hampir membuat orang frustasi,
hanya mereka yang tidak mudah menyerah yang akan memperolehnya !

Untuk menjalani hidup saat kuliah S1 di Unesa (Universitas Negri Surabaya)
Renungkan kehidupan ini dengan mata hati agar anda mengetahui sebenar benarnya bahwa dunia ini tidak ada yang sempurna, akan tetapi bila kekurangan yang ada bisa di perbaiki maka itu lah tujuan yang bisa di cari di hidup ini.
Saya benar benar mengalami kesulitan dalam hal finansial. Orang tua saya adalah seorang penjual jamu tradisional untuk makan saja sangat kesusahan tapi saya optimis bisa kuliah
Bacalah kisah perjalanan orang-orang besar, perhatikan kehidupan mereka agar anda mengetahui bahwa dalam kehidupan mereka juga terdapat kekurangan, kegagalan, dan tidak semua yang di usahakan mencapai keberhasilan.
Perjuangan hingga bisa ke jepang
Motivasi internal, kerja keras, nekat dan doa yang mengantarkan saya menginjakan kaki di negeri sakura.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, saya merantau ke jakarta untuk belajar dan bekerja di suatu lembaga riset. Allhamdullilah dengan doa dan usaha keras akhirnya Allah menuntun jalan ikut pertukaran pelajar selama setahun Osaka University dengan beasiswa JASSO (Japan Student Service Organitation)
Setelah perjuangan saya menyelesaikan kuliah dan mendapatkan beasiswa monbsho, saya merenung dan berpikir untuk mencoba mengambil hikmah dari kejadian kejadian yang saya alami. Akhirnya, dengan perjuangan di sertai doa ibu di desa alhamdulilah keinginan saya untuk bisa membantu orang tua dan sekolah lagi di jawab oleh Allah SWT dengan mendapatkan beasiswa monbukagakusho di Osaka University.




Division of Frontier Materials Science, Dapartement of Materials Engineering Science, Gradute School of Engineering Science, Osaka University
Email : gagus25@gmail.com

Para Cameo, sang penentu jalan cerita
By : Vinidya Almirejati
Kalau di pikir-pikir, saya saat pertama kali mendaftar monbusho, saya tidak terlalu serius. Maklum saat itu saya masih setengah hati mendaftarnya. Meskipun sangat berharap juga. Persiapan tidak terlalu matang, malah lebih gencar mempersiapkan wawancara masuk kerja orang tua juga masih setengah hati melepas putri kesayangannya pergi jauh dari rumah.
Namun satu hal yang tidak akan bisa di lupakan seumur hidup saya adalah orang orang yang telah membawa saya ke jepang. Mereka mereka bukan lah orang penting, dan kadang di sepelehkan, namun tanpa kehadiran mereka saya tidak akan berada di sini, di lab yang bersih ini, karna setiap mahasiswanya dengan senang hati membersihkan tempat sampah dengan tangan mereka sendiri. Ya, menjejakan kaki di jepang telah mengubah hidup saya 180derajat, dan saya harus banyak-banyak berterimakasih pada orang-orang tersebut mereka adalah.
1. Geng ojek komplek malaka Country Estate.
2. Guru-guru pengajar bahasa jepang
3. OB kantor saya yang sering saya mintai tolong
4. Guru pembimbing tesis S1
5. Masinis kereta, nene-nenek pengemis di kereta,abang-abang penjual jepit di kereta, tukang gorengan

Sungguh, perjalanan saya dalam meraih beasiswa monbusho tidak terlalu istimewa, namun itu benar benar pengalaman hidup yang paling berharga. Saat di mana nasib bergantung pada satu keputusan untuk "Mencoba lagi", karna seperti kata suami tercinta yang saya temukan di antara sebuah kereta Osaka pada hari pertama saya menginjakan kaki di jepang: "Kita tidak akan tahu pada usaha keberapa Allah akan mengabulkannya".
Graduate School of Economics Osaka University- Master Course

Let's do our presentation, Baby !
By : Narila Mutia Yasir
Siapa yang menyangka pintu masuk aku bisa melanjutkan kuliah ke Osaka berawal dari tempat ku bekerja. Aku beruntung bisa mulai bekerja sebagai staff pengajar di universitas islam negri syarif hidayahtulloh Jakarta saat usia ku baru 24th. Universitas tempat ku bekerja itu memulai kerja sama dengan jepang, salah satunya menyekolahkan staff pengajarnya ke jepang untuk peningkatan Sumberdaya manusia.
Ketika pengumuman seleksi menyatakan aku lulus, aku merasa memang inilah jalanku, apalagi aku mengantongi restu dari suami. Dan di mulai lah 3 peranku: Ibu, istri, dan mahasiswi. Aku bahagia menjalani hari hari ku dengan 3 peran itu, banyak romantikannya, banyak pelajaran yang bisa kupetik. Aku sangat beruntung berada di faculty of Human Sciences yang menurutku sangat humanis. Bagaimana tidak, anak pertamaku ketika belum bisa di titipkan di hoikuen (nursery school) kerap ku bawa kedalam kelas bahkan tidur di lab ruang belajar. Terbesit rasa tidak enak tapi sensei-ku yang juga dokter anak berkata, "Jangan malu atau ragu bahwa anakmu kesini, tidak apa apa"
Memiliki kluarga, mempunyai anak, melahirkan, dan memiliki bayi saat study tak mengurangi usaha dan perjuanganku untuk berkaya dan menyelesaikan kuliahku. Jika ku di beri kesempatan lahir kembali, aku tetap akan memilih untuk menjadi diriku dan menjalani 3 peran saat aku di Osaka Ibu istri dan mahasiswi. Sungguh, salah satu keindahan hidupku adalah perjuanganku di Osaka.
International Collaboration Division, Graduate School of Humman Sciences, Osaka University Japan
Email: narilamutia@yahoo.com

Walaupun hanya setahun
By: Fadilah Husna Arief
Kisah ini bermula dari sebuah presentasi dari seorang senior jurusan yang sama. Kaka senior itu baru saja pulang dari program pertukaran mahasiswa di Kanazawa University. Saat itu, diabertanya pada kami semua, "Ada yang tau di mana International Office ITB?" Semuanya menggelengkan kepala. Singkat cerita akhirnya aku tiba di Osaka dan menjalani kuliah mahasiswa lainnya. Walaupun hanya setahun, akan tetapi sudah banyak tempat yang sudah dan akan jelajahi.
Hingga saat ini, aku akan terus menyemangati teman teman ku di kampus, atau teman dari kampus lainnya untuk terus bermimpi, berjuang, dan berdoa demi mendapatkan beasiswa keluar negeri. Semoga kisah yang sangat singkat ini menjadi salah satu perickan semangat untuk terus belajar dan berkembang, dimana pun, kapan pun kita berada.
Ganbatte!
Osaka University Short-term Student Exchange Program Fall 2012-Spring 2013
Email : fadilah.arief@gmail.com

Chance favors the prepared mind
By: Sastia Prama Putri
Saat ini sudah 1.5 tahun aku bekerja dalam project metabolamics for low carbon society yang di danai pemerintah jepang dan amerika. Rasanya masih seperti mimpi aku bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan ilmuan kelas dunia seperti kolaboratorku, prof. James Liao dari UCLA yang barusaja dinobatkan sebagai champions of change oleh white house di Amerika. Selain riset, mengajar dan membagi ilmu sudah menjadi impianku sejak dulu. Perjalanan ku baru saja di mulai, masih banyak pengetauan yang harus aku gali, masih banyak tantangan di depan yang harus ku hadapi. Tapi aku yakin, determinasi yang kuat dan tidak pantang menyerah bisa mengantarkan kita meraih mimpi. Saat ini aku mulai merintis kerja sama riset dengan universitas dan institusi riset di indonesia.
Dapartement of Advanced Science and Biotechnology, Graduate School of Engineering, Osaka University

Dari negeri saburai ke negeri samurai
By: Abdi Pratama
Disaat orang lain menggunakan bahasa inggris, saya mengkombinasikan antara bahasa inggris dan bahasa jepang, modal dari  ikut khusus.
Hajimimemashite
Watashino namae wa Abdi desu
Watashino jusho wa Pojok Beteng kulon yogyakarta(Alamat kos saat itu)
Watashina senmon wa denki kougaku desu.

My motivation is....
My research plan will focus on...
I also already contacted one profssor related to my major and already got letter of acceptance...

Thank you.
Abdi pratama, lahir di trisnomulyo sebuah desa kecil di pedalaman lampung timur 1983. Lulus dari S1 teknik elektro UGM, melanjutkan s2 ke Osaka university jepang melalui program monbukagakusho.


Buku ini bukan hanya soal bagaimana mendapatkan beasiswa, namun juga menunjukan bagaimana beasiswa khususnya ke jepan yang terkenal mahal, bisa didapatkan oleh semua anak muda selama ia mau bertekad. Anak anak muda yang berbagi kisah inspiratif bagaimana mereka mengolaborasikan doa, usaha, ikhtiar, tawakal, perjuangan, kenekatan, mimpi hidup dan impian dengan semesta untuk mendukung impian meraka terwujud. Bersekolah kejepang. Inspiratif, informatif sekaligus mengharukan, layak dibaca,dan dibagi untuk siapa saja yang ingin indonesia lebih maju. 
by : M.Iqbal djawat, Ph.D, Atase pendidikan KBRI Tokyo.

"Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mencoba, jangan sesekali menyerah jika kamu merasa sanggup. Hidup penuh pengorbanan , pengorbanan memerlukan perjuangan, perjuangan memerlukan ketabahan, ketabahan memerlukan keyakinan, keyakinan menentukan kejayaan, kejayaan menentukan kebahagiaan. Perjalanan hidup seolah tiada henti, sedetik anda terhenti maka semakin jauh tujuan berlari!
Bambang soegianto, konsul sosial Budaya KJRI Osaka.


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar